Beranda > Mengenang Masa Silam > Sobekan koran pembungkus bumbu dapur..

Sobekan koran pembungkus bumbu dapur..

Menunggu masuk kerja di shift kedua hari ini, aku merapikan kamar messku dalam balutan dingin AC yang setia menyala sedari pagi tadi. Maklum area Serang yang panas memaksaku untuk sok elit dengan menyalakan pendingin ruangan tersebut, kalau malem mah dimatiin karena takut enter the wind.. hah, katroks abess. Sasaran pertama adalah ranjang tidur, lalu kolongnya, dan rak buku.. Ini bagian yang agak sulit karena banyak yang harus ditata ulang. Mulai dari buku, bungkusan rokok, alat tulis, dan tetek bengek lainnya hingga sobekan memo dan kertas yang tidak terpakai.

 

Salah satunya ya.. sobekan kertas pembungkus paku tembok yang aku upload di atas. Hanya secarik kertas tapi mampu melontarkan ingatanku kepada suatu malam saat ku mudik dan berbincang dengan Bapak Ibu di rumah. Kala itu malam mulai larut dan kami masih asyik berbincang mengenai masa kecilku dulu, sayang si  bungsu Dhenta gak ada di situ. Ibu bertutur kalau waktu kecil aku paling suka nungguin Ibu masak dan paling semangat kalau disuruh belanja ke warung tetangga. Biasanya sih cuma satu kantong “paket” sayur sop atau sebungkus bawang merah plus bawang putih. Aku lumayan tertib, gak suka nilep kembalian.. kalau si bungsu mah.. hahaha.. buat jajan..

Masih tentang masa kecilku (walau sekarang juga belum gede-gede).. Setelah belanja, walau belum bisa membaca, tapi aku akan larut mengamati sobekan koran pembungkus bumbu dapur usai dibuka Ibu. Kata beliau “Mamas waktu liat koran bungkus brambang kayak kalau lagi pegang hape mas yang blackberry..” Hahaha.. saking seriusnya.. udah kayak mau ujian ternyata.. Dari situlah terlihat minat bacaku dan Ibu pun makin rajin membelikan buku bacaan bergambar yang biasanya satu jam sudah kuletakkan lagi seberapa tebalnya karena selesai “kulahap”..

Iseng kulirik lagi sobekan koran di depanku..  dan aku ingat betapa dulu Bapak Ibu paling senang membacakan buku untuk walau aku cuma ngangguk-angguk bin plorak plorok walau sudah diterjemahkan ke bahasa Jawa oleh mereka. Ah.. rupanya itu yang membuatku rajin membaca.. sebab dengan membacakan buku 20 menit per hari, anak akan menjadi pecinta buku sepanjang hayatnya.

Sahabat.. kadang kala sesuatu yang sepele dan tak berguna ternyata menjadi sebuah pemicu untuk sesuatu yang luar biasa. Masih ingat kan? bagaimana Isaac Newton mencetuskan hukum gravitasinya dipicu dari pengalaman saat sebuah apel menimpanya.. Siapa tahu, sobekan koran pembungkus bumbu dapur mampu mengajarkanku bagaimana untuk memperhatikan mereka yang kecil dan terpinggirkan. Merawat mereka yang terbuang dan teraniaya atau mengangkat derajat mereka yang hina. Jika semua itu terlihat tidak masuk akal, aku hanya bisa berharap bahwa sobekan koran itu mengajarkanku untuk bisa menjadi orang yang memiliki arti dan berguna bagi sesama.

Karena.. sobekan koran itu memiliki guna melindungi.. mempermudah.. inspiratif.. dan edukatif.. Melindungi isinya dari kotoran.. Mempermudah untuk dibawa..  Isinya menginspirasi kita.. dan memberikan pengetahuan yang mungkin belum kita tahu sebelumnya. Sahabat… maudan siapkah dirimu menjadi sobekan koran itu?

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: