Beranda > Akoe dan.... > Lagi-lagi Akoe dan Bulan Ramadhan..

Lagi-lagi Akoe dan Bulan Ramadhan..

“Ramadhan datang.. alam pun riang menyambut bulan yang berkah
umat berdendang kumandang azan pertanda hati yang senang..”

Lirih lagunya mas Tompi terdengar di handheld ku.. Rasanya baru kemarin aku menulis coretan mengenai bulan Ramadhan.. Eh sekarang kok sudah datang lagi. Tentu saja ini juga akan kulakukan kira-kira beberapa bulan lagi saat Natal menjelang. Tapi enjoy aja dech.. sing penting metu unek-uneke.. (yang penting keluar isi hatiku).

Kali ini Ramadhan sungguh beda kurasa sebab biar tidak puasa namun di tempat kerjaku lebih banyak lagi yang puasa. Segala tindakan dan perkataan harus benar-benar dijaga untuk menjaga kesucian bulan yang penuh berkat ini. Namun ajaibnya, rekan-rekan yang menjalankan puasa justru meminta aku agar bersikap sewajarnya bahkan kalau perlu menggoda mereka juga tidak apa-apa. Hemh.. bagi mereka itu suatu ujian yang harus mereka lewati. Belakangan akhirnya kutahu bahwa apabila mereka digoda maka pahala mereka akan bertambah. Dan.. ternyata dosaku jadi bertambaaah.. waduuuh….

Ramadhan kali ini kumaknai sebagai suatu jawaban akan segala fenomena yang terjadi di negeri ini atau simpelnya di sekelilingku.. Saat banyaknya kasus korupsi, adanya wanita atau pria yang menipu sesamanya untuk menikah dengan berpura-pura sebagai lawan jenisnya, hilangnya kepercayaan orang terhadap partner maupun sahabatnya, hujatan dan tuduhan akan sesamanya.. Bulan suci ini seolah menjadi saat yang tepat untuk evaluasi, konsolidasi, dan rekonsiliasi bagi setiap orang (tidak hanya yang merayakannya).

Evaluasi tentu diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kita sudah menjalani hidup yang hanya sementara ini lengkap dengan liku dan peliknya. Tentu hasilnya adalah suatu kenyataan apakah kita sudah menyimpang dari hidup yang benar. Benar? Menurut siapa.. banyak sekali acuannya, dari ajaran agama yang kita anut, peraturan pemerintah di negara yang kita diami, atau norma-norma kesusilaan (adat istiadat) di sekitar kita tinggal. Jika evaluasi harusnya dimulai dari diri sendiri, maka untuk konsolidasi bisa diartikan bagaimana kita memperkuat lagi hubungan antar sesama yang sudah dijalani. Tentu saja bagaimana menerapkan prinsip-prinsip kebaikan dalam berelasi seperti salaing menghargai, saling membantu, dan lain sebagainya. Ini berujung pada adanya suatu rekonsiliasi atau penghitungan kembali akan hidup kita. Bukan suatu perhitungan matematika belaka mengenai baik dan buruk tapi lebih sebagai suatu persiapan dalam menghadapi hidup setelah hidup di dunia ini.

Ramadhan kali ini benar-benar mengajak kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mumpuni di setiap pergantian hari.. Seperti halnya alam yang riang.. kita pun layak untuk lebih bersemangat dalam menyambut bulan yang berkah..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: