Beranda > Menikmati Pekerjaan Ala DP > 69 Tips Mempertahankan Gairah Kerja..

69 Tips Mempertahankan Gairah Kerja..

Adduuuh…. jangan mendelik saat melihat angka yang kutulis. Itu hanya angka favoritku.. Biasanya tips kan 5, 10, atau bahkan 100, kali ini angkanya aneh dan ganjil bukan? Jika di-search di mbah google pun pasti dengan cepat dirimu dapatkan ratusan cara untuk mempertahankan gairah kerja. Tapi rasanya tak ada salahnya aku berbagi pengalamanku ini denganmu. Apalagi buatmu… yang sudah menganggap pekerjaan sebagai rutinitas belaka dan hampir tak memiliki ‘seni’ dalam menjalaninya. Terasa hambar rasanya…  Nach dibutuhkan beberapa trik untuk mengatasinya, apa aja tho?

Ciptakan tantangan untuk dirimu sendiri

Kadangkala kita sudah merasa ‘nyaman’ dengan pekerjaan kita sehingga tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Aku dulu sering jumawa bilang ‘Ah.. sambil mejem juga bisa…’. Tanpa kita sadari hal ini ternyata menumpulkan kreativitas dan kecepatan analisa kita. Akhirnya pada suatu ketika saat menghadapi project yang benar benar baru.. PLUP! Dunia serasa gelap dan kita tak tahu arah untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, ada baiknya kita membiasakan untuk menantang diri kita sendiri. Caranya? Bisa dengan ‘merumitkan’ hal sederhana menjadi sebuah project. Misalnya jika biasanya daftar lembur hanya berisi personel, jam kerja, dan hal yang dikerjakan, maka suatu ketika buat analisa atas daftar tersebut. Mulai dari target yang dicapai, karakteristik pekerjaan, kemampuan personel, kekompakan team, capaian hasil per satuan waktu (menit atau jam) dan hal-hal lainnya. Hal ini akan membuat daftar lembur menjadi kompleks dan bisa dibuat analisa untuk mengevaluasi kinerja karyawan. Cara lainnya bisa dirimu tentukan sendiri. Tapi ingat! Tidak boleh merepotkan orang lain, hanya untukmu saja, sehingga saat menemui kesulitan, dan tak menemukan jalan keluar, dengan mudahnya kita berpindah ke cara lama yang sudah dijalankan sebelumnya tanpa merepotkan orang-orang di sekeliling kita bahkan merusak tatanan sistem yang sudah ada. Percayalah ini akan merangsang setiap sudut otak kita untuk ‘bergetar’ lebih kencang dari biasanya.

Buat catatan kerja dan task list sebagai pengingat dan evaluasi cara kerjamu

Anda punya daya ingat yang lemah alias pelupa? Jangan tersinggung karena cara kedua ini juga efektif untuk mereka yang berdaya ingat di atas rata-rata. Setiap manusia, sehebat apapun, pasti ada batasan kapasitas dan kadaluwarsa ingatannya. Menjadi sangat penting untuk membuat catatan kecil mengenai pekerjaan kita misalnya jam berapa ada masalah apa, apa yang telah dilakukan untuk menanganinya, berapa lama yang diperlukan untuk itu. Bisa pula berisi pengerjaan produk baru, penjualan tertinggi di minggu itu, dan lain sebagainya. Sebagai imbangannya.. buat task list untuk setiap pekerjaan kita berisi urutan prioritas kerja dan hal baru atau masalah yang harus kita tangani. Beri coretan panjang atas apa yang sudah dilaksanakan sebagai ‘penghargaan’ atas kerja kita. Jangan lupa untuk memberi lingkaran merah atas apa yang tidak bisa dilakukan dan juga lingkaran kuning  untuk yang masih harus dicapai. Ini sebagai evaluasi atas kegagalan atau pengingat untuk sesuatu yang masih perlu diselesaikan. Lebih sempurna lagi jika memiliki buku kerja harian yang setiap halamannya (berlaku untuk per hari) terdiri dari tiga bagian. Paling atas adalah task list untuk hari ini yang diisi kemarin sebelum pulang kerja, sehingga saat masuk kerja kita tidak bengong hanya untuk berpikir mau kerja apa ya ?? Bagian tengah berisi kejadian hari ini misalnya hasil meeting, problem yang ada, hasil penjualan, dan sebagainya. Sedangkan bagian akhir diisi sebelum pulang kerja berupa evaluasi akan kinerja hari ini. Jika ini dilakukan dengan baik, niscaya tidak ada kata terlambat pulang untuk keluarga di rumah, mungkin hanya sesekali dan itupun insidental.

 Terbukalah dalam bekerja

Mau dirimu golongan introvert atau ekstrovert, tetaplah selalu terbuka dalam bekerja. Terbuka? Maksud loo.. Yach.. terbuka untuk hal-hal yang baru dalam artian metode, kebijakan perusahaan, konsumen, dan sebagainya. Siapa tahu, sesuatu yang baru akan membawa peningkatan ke arah yang lebih baik. Terbuka jugalah untuk semua kesulitanmu. Utarakan dan diskusikan dengan bawahan, rekan kerja, atau atasanmu asal sesuai konteksnya dan jangan disamaratakan. Ingat, tidak semua orang di sekitar kita seperti Deddy Corbuzier yang katanya bisa membaca pikiran orang. Sharing dan diskusi pastinya lebih efektif daripada diam (untuk ini bukan lagi emas), mengeluh, menggerutu, atau bersikap acuh. Kita semestinya terbuka dengan tetap memiliki filter dalam penerapannya.

 Ciptakan aktivitas di luar pekerjaan bersama team kerjamu

Bekerja dalam suatu team membutuhkan suatu ikatan dan click! Yang dibutuhkan untuk bersinergi guna mencapai target. Ikatan ini bisa dibangun di dalam atau di luar area kerja. Di dalam tentu dengan meeting atau training, tapi di luar…. Wow lebih menantang dan mengasyikkan. Ciptakan touring bareng, buka dan sahur bersama, olahraga bersama, atau nonton bareng yang akan menciptakan ikatan batin antar anggota team ’lebih’ dari biasanya. Tidak perlu takut akan terlihat ketidakbisaanmu menendang bola, kebiasaan kentut sembarangan dan mendengkurmu, atau betapa jelek motormu. Berpikir positif saja bahwa semakin kenal maka kita akan semakin sayang. Semakin sayang maka kita akan semakin memiliki. Semakin memiliki.. rasanya setiap masalah dan target akan menjadi milik bersama yang harus diselesaikan bersama pula.

 Ambilah cuti dan coba aktivitas lain

Hari-harimu terasa penat dan membosankan? Segera selesaikan task list-mu yang masih ada dan ambilah cuti untuk menyegarkan situasimu. Baterai perlu di-charge, gergaji pun perlu diasah, kenapa otak kita paksakan untuk selalu kerja dan kerja padahal kita tahu dia sedang lelah. Hasilnya pasti tidak akan memuaskan dan cenderung menurunkan performa kita. Pada kondisi ini, saatnya santai bro… Plesiran ke pantai bareng keluarga, naek gunung bersama kawan lama, atau sekedar mudik untuk menikmati sejuknya udara pedesaan dan gemericik air di persawahan. Lebih asyik lagi andai bisa ikut program ’jika aku menjadi..’ di salah satu TV swasta.. Hemh.. ada sisi kehidupan di luar sana yang bisa kita pelajari dan petik semangatnya saat kembali ke dunia kita lagi.

 Putuskan untuk BERHENTI kerja secepatnya..

Masih muda, sudah menikah, atau di ambang pensiun, kita tetap harus menghargai setiap detik waktu kita. Jika memang selalu tertekan dalam bekerja, merasa tidak berkembang, melihat peluang lain yang lebih besar di luar sana, kenapa harus takut untuk berhenti bekerja? Sayang sekali jika kita menghabiskan waktu untuk sesuatu yang kita SADAR betul tidak bisa menikmatinya lagi. Ingat.. hidup cuma sementara, kenapa harus berfoya-foya akan waktu yang demikian menyiksa kita. Kita harus imbangkan antara kondisi lahir dan batin bukan? Berhenti kerja bukan berarti akhir segalanya lho.. Tapi ingat.. harus ada plan B, C, D, dan seterusnya setelahnya. Apakah kita akan menikmati sisa umur dengan tidak bekerja, bekerja lagi, atau membuka usaha sendiri. Sayangi gairah kerjamu yang perlahan akan lumpuh bahkan mati jika menuruti egomu untuk bertahan dalam kondisi yang memprihatinkan. Jika suatu ketika diberhentikan dari pekerjaan? THE END kawan.. tak ada lagi sisa gairah kerjamu di tempat yang baru.

dikutip dari http://kuasadoa.com

Nach itulah 6 cara untuk mempertahankan gairah kerjamu seturut pengalamanku. Lho.. sisanya yang 63 mana? Itulah uniknya tipsku.. hanya enam saja. Baca 69 sebagai enam sembilan saja bukan enampuluh sembilan. Lalu sembilan-nya apaan? Sembilan yang kumaksud adalah kondisi ideal dimana dirimu bisa mempraktekkan tips dariku yaitu: sehat jasmani rohani, tidak dalam kasus kriminal, jujur pada diri sendiri, pikiran jernih, selalu berpikir optimis dan positif, tidak berhutang dengan perusahaan, memiliki ketrampilan yang memadai, selalu bersemangat, dan menghargai orang lain dan diri sendiri. Selamat mencoba…. jangan lupa berdoa sebelum dan sesudahnya..

Iklan
  1. Agustus 7, 2011 pukul 10:59 AM

    jurus pamungkas biasanya dikeluarkan terakhir..
    ehh.. pas baca tips terakhir malah disuruh resign…

    *harus siap2 ngeprint application letter lagi…. (_ _”)

  2. Agustus 7, 2011 pukul 9:29 PM

    saya siap contohkan application letter terbaru lho.. hehehe.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: