Beranda > Menikmati Pekerjaan Ala DP > Bola Panas.. atau Mata Rantai.. Tentukan Sistem Kerjamu..

Bola Panas.. atau Mata Rantai.. Tentukan Sistem Kerjamu..

‘Masa bodoh !! yang penting saya sudah selesaikan pekerjaan itu ! jadi saya aman’

‘Hugh.. bisanya nyalahin orang.. emang siapa yang memperlambat, wong barangnya saja belum tersedia !’

‘Saya tidak mau tahu ! Pokoknya produk harus siap jual akhir bulan ini, kalau mesinnya rusak, itu urusan departemen Anda !’

‘Goblok banget sich ! harusnya kamu tahu target kita.. jangan malu-maluin atasan kamu dong !’

Heyyy!!.. kok senyum-senyum bacanya.. sering dengar kata-kata itu ya ? Dimana tuch? Di ruang rapat kantormu? Atau di ruanganmu saat disambangi oleh atasanmu ? Apapun itu.. aku yakin bahwa umpatan atau perkataan sejenis itu pernah terdengar di tempat kerja, di organisasi, maupun di berbagai wadah publik dimana kita bergabung. Bagi yang tidak pernah mendengarnya, selamat !! mungkin dirimu berada di lingkungan yang sudah tepat atau…. sangat cuek.. hehehe..

Sahabat.. dalam dunia kerja yang begitu dinamis, apalagi bidang kerja yang membutuhkan suatu kerjasama team, maka metode atau sistem kerja menjadi satu hal yang wajib diperhatikan. Untuk pekerjaan individu, memang sangat bergantung terhadap kemampuan dari kita sendiri walau PASTI akan membutuhkan bantuan atau support dari orang ataupun departemen lainnya. Dalam bidang kerja team, maka support antar bagian akan sangat diperlukan. Tak hanya support tapi juga perhatian dan pengertian akan kesulitan atau problem bagian lainnya juga diperlukan. Apa jadinya kalau tidak ada saling pengertian ? Pastinya sistem kerja yang terjadi adalah sistem BOLA PANAS..

Sistem tipe ini hanya mementingkan tiap bagian.. sendiri-sendiri. Yang penting adalah aku, bagianku, kerjaanku, hasilku, kecepatanku, dan ku demi ku yang lainnya. Bagian lain? Bodo amat!! Nah.. biasanye nich, yang ada dalam dirinya hanyalah egoisme yang suangaat tinggi dan keinginan untuk selalu dilayani. Kenapa? Supaya dirinya menjadi yang terbaik, tercepat, tercerdas, terproduktif. Akibatnya? Kualitas kerja jadi prioritas kedua.. yang penting cepat selesai.. Banyak pihak akan dirugikan karena banyak waktu terbuang untuk memikirkan si aku ini..

Jika aku di atas adalah sebuah bagian, team, divisi, atau departemen? Wah bahaya itu bos.. Bisa-bisa setiap hari hanya ada celaan, kerja rodi, penghinaan, atau pelimpahan tanggung jawab. Tanpa aku tuliskan (biar sedikit mikir.. ehehehe..) dengan menganalogikan sistem keakuan sebelumnya, maka tiap bagian akan mau menangnya sendiri. Mau keliatan lebih baik dan berprestasi dan tidak mau melihat efek terhadap bagian lainnya. Padahal, dalam situasi seperti ini, hasil akhir yang diperoleh sebuah team secara keseluruhan sangatlah TIDAK memuaskan. Kegagalan produksi, keterlambatan pengiriman, kesalahan penjualan, produk yang ditarik dari pasar, dan ujungnya KERUGIAN yang semakin membesar. Sistem BOLA PANAS seolah memacu untuk menyelesaikan pekerjaan secepatnya agar PANAS cepat berpindah. Sistem ini membuat setiap orang dan bagian berlomba untuk dinilai OK padahal team penilai (baca : managemen) akan menilai lengkap dari awal sampai akhir. Bagaimana jika dengan sistem ini ternyata tetap ada yang dinilai terbaik? Ssssstttt… Berarti di managemen ada BOLA PANAS juga.. Nah lo…

Lantas apa yang bisa dilakukan? Tentu saja PERUBAHAN sistem kerja. Ada berbagai sistem kerja lain selain bola panas, misalnya bola bekel, bola kaki, bola futsal.. HAHAHA.. bercanda sahabat.. Cobalah sistem MATA RANTAI yang dianalogikan dari lingkaran atau unit bulatan (besi / baja/ stainless steel dan semacamnya) yang terhubung satu dengan lainnya untuk melakukan suatu fungsi kerja. Contohnya rantai sepeda, rantai pengaman roda motor, rantai penarik beban, dan rantai-rantai lainnya. Setiap unit terhubung dengan yang lain dan tak akan bisa bekerja jika tidak saling terhubung. Unit akan saling menunggu saat ada unit yang patah dan harus disambung atau diganti dengan yang baru. Wowww.. mereka bekerja bersama dan bersamaan membentuk suatu fungsi kerja yang diinginkan.

Bagaimana jika sistem MATA RANTAI diaplikasikan ke tempat kerja? Aku yakin baik pekerjaan individual maupun team akan memperoleh hasil yang lebih maksimal. Hal ini disebabkan adanya saling pengertian, pemahaman akan kesulitan di lain bagian, dan support yang UTUH dari satu unit ke unit lainnya. Tak ada yang merasa lebih baik karena pada akhirnya jika ada satu yang mengalami masalah maka pekerjaan juga akan tertunda dan tidak akan selesai. Proses dari awal hingga akhir sungguh menjadi tanggung jawab dan pemikiran bersama walau dari bagian atau individu yang berbeda. Semuanya sama rasa dan tak ada prasangka.  Semua bergabung menjadi satu sinergi yang produktif. Ujungnya.. jika berhasil akan menjadi prestasi bersama dan jikalau gagal akan jadi tanggung jawab bersama pula..  Indahnyaaaa…

Bagaimana cara praktis mengubahnya.. Ini nich penyakitnya!! Kita yang biasa makan mie dan hidangan instan alias cepat saji pengennya kebanyakan yang praktis dan cepat. Padahal semuanya tetap perlu proses dan tahapan. Hal pertama adalah duduk bersama dalam satu meja dalam memulai, mengerjakan, dan menyelesaikan setiap masalah atau pekerjaan dan targetnya. Tentukan moderator atau leadernya dan usahakan berbeda untuk setiap masalah/pekerjaan. Terapkan rolling atau training silang  untuk mengetahui aspek kesulitan di bagian lain agar saat diskusi lebih dinamis dan tidak ada monopoli wawasan, siapa tahu juga ada ’pencerahan’ dari bagian lain saat masa training. Biasakan ada task list dan notulen sebagai evaluasi setiap pertemuan atau pekerjaan. Dan terakhir.. tingkatkan kerjasama team dengan adanya team building atau lomba olahraga antar bagian agar semangat kompetisi yang positif tetap ada sebagai passion atau gairah dalam bekerja. Gabungkan tangan-tanganmu sahabat.. sebagai RANTAI UTUH yang akan membuat semua yang tak mungkin menjadi mungkin.. Selamat Weekend sahabat… Semoga kau temukan sistem kerja yang lebih baik lagi dari si mata rantai..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: