Beranda > Polahku Teranyar.. > Seberapa perhatian kita dengan sekitar?

Seberapa perhatian kita dengan sekitar?

Tak bermaksud menggurui.. hanya ingin berbagi.. semoga sahabat semua mengerti..

Ada tiga peristiwa yang cukup menggelitikku beberapa hari ini. Utamanya karena peristiwa demi peristiwa itu terjadi di sekitarku. Yach.. menggelitik.. Karena bisa menggugah pikiran warasku untuk terdiam dan berpikir tentang seberapa peduliku terhadap lingkungan sekitarku..

crowded-new diunduh dari http://guciano.files.wordpress.com

Peristiwa pertama terjadi saat upacara misa di gereja Santo Thomas Kelapa Dua. Saat sesi pengumuman diberitakan mengenai penerimaan lektor lektris baru (istilah untuk pembaca Kitab Suci umat Katolik). Dalam hatiku bersorak huraaa.. aku pengen banget nge-daftar nich.. Tapi setelah melihat formulirnya, tercantum asal lingkungan mana. Whaaat.. tuing 3x.. aku ni masuk lingkungan mana ya.. Tanpa aku jelaskan bagaimana aku bertanya-tanya ke semua orang mengenai lingkungan dimana aku nge-kost, aku bocorkan saja bahwa aku belum pernah ikut kegiatan lingkungan. Dalam satu waktu di atas tempat tidur setelah doa malam, aku mengurut dada. Tak terasa hampir lima tahun di sini, mendaftar ke ketua lingkungan aku belum pernah, apalagi ikut ibadat lingkungan dan seabrek kegiatan lainnya. Benakku miris jika harus mengingat begitu aktifnya aku di masa SMA dan kuliah. Ternyata jiwa rohaniku mulai tumpul, aku merasa tersesat dari kawanan.. Dan ini menunjukkan ketidakpekaanku terhadap sekitarku..

Peristiwa kedua adalah saat mengobrak-abrik Pasar Cisalak dan Pasar Pal demi sebuah kompor minyak But***fly untuk kado ulang tahun buat Oma. Sambil menikmati jiwa petualangku kala menelusuri setiap sudut kedua pasar tersebut, aku merasa gundah. Ketika selesai menelpon kesana kemari mencari tahu posisi toko penjual kompor minyak (yang mulai susah ditemui), rasanya batin ini terhenyak. Di satu sudut pasar, sambil menikmati segelas es dawet ayu, hampir aku menangis. Puluhan tempat kujelajahi saat di tempat ini, tetapi justru aku tidak mengenal tempat-tempat yang ada di sepenjangkauan tangan dan mataku sendiri. Aku mungkin akan lebih pusing lagi jika diminta mencari obat tikus atau penjual jebakan binatang pengerat itu di pasar-pasar tersebut. Akh.. lagi-lagi aku tidak paham tentang lingkungan sekitarku..

Yang terakhir adalah kemarin pagi.. Minggu yang cerah ternyata tak secerah wajahku yang sambil menahan lapar, tidak berani melangkahkan kaki keluar gerbang kost. Apa pasal?? ada serombongan warga yang sedang bekerja bakti membersihkan jalanan di depan kostku. Ya ampuuunn.. Kenapa aku tidak terlibat dalam kegiatan  itu? Bukankah aku juga orang yang saban hari melewati jalanan itu? Lebih parah lagi kalau teringat KTP di dompetku yang jelas dan sah menyatakan aku warga salah satu RT di Cisalak ini. Celaka.. aku benar-benar tak berguna.. Selama ini pernah aku menepuk dada mengatakan peduli terhadap sesama.. Tetapi ternyata mengabaikan hal-hal yang lebih penting di sekitarku. Ini bukti bahwa aku tidak peduli terhadap lingkungan sekitarku.

Sahabat.. ketidakpekaan, ketidakpahaman, dan ketidakpedulianku terhadap lingkungan sekitarku tersebut.. sungguh masih nangkring mengiang di otakku. Mengganggu waktu tidurku hingga kuputuskan untuk membuat coretan ini. Kita boleh berbangga dikenal banyak orang, dipuja bak pahlawan, dan dihormati kawan maupun lawan. Tetapi kita akan lebih puas.. jikalau kita bisa menyatu dan berguna bagi lingkungan sekitar. Tak perlu pusing memulainya jika engkau mengalami hal yang sama.. Mulailah dari mengenali sudut ruang kamarmu, berinteraksi dengan tetangga kost, kontrakan, atau kompleks tempatmu tinggal, atau mengenali tiap toko dan jalan/gang di sekitar kediamanmu. Karena dengan mengenal, memahami, dan peduli dengan lingkungan sekitarmu, dirimu akan bisa lebih berarti dan menjadi bernilai lebih bagi mereka di sekelilingmu. Selamat pagi sahabat…

Iklan
  1. Juli 7, 2011 pukul 8:29 AM

    saia juga mau daftar lektor kang.. lagi musim ya sepertinya..
    hmmm.. sebenarnya di Palembang dgn gereja yg lebih dekat, aku hampir sama dgn dirimu.. cuma sekali ikut koor lingkungan..
    nah, begitu sampe cikarang, langsung deh daftar ke ketua lingkungan..
    masa kejayaan waktu muda dulu ternyata masih pengen diulang kang.. hehehe…

    • Juli 16, 2011 pukul 10:52 AM

      hehehe.. maaf baru balas.. semoga kesampaian niatmu menjadi lektor ya bro..
      jadilah terang untuk yang lainnya..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: