Beranda > Pelajaran Hidoepku > Mana oleh-oleh buatku??

Mana oleh-oleh buatku??

Minggu yang cerah kurasa hari ini.. Sederet rencana tlah kususun rapi, dari beresin kamar ‘bujang’, bobo siang  indah, sampai ke gereja nanti sore. Ssst.. ada pula nyiapin buat pekerjaan besok Senin lho.. (bangga sendiri MODE ON). Setelah sebungkus ketoprak aku sikat.. aku lalu beraksi (30 menit yang lalu sebelum coretan ini terbit). Mulai ‘kurazia’ sudut sudut kamar kos yang tak terasa hampir lima tahun aku singgahi. Aku begitu hafal sepertinya, karena hanya 30 menit kamar ‘mulai’ terlihat rapi.. setidaknya di mataku sendiri. Dasar iseng, tiba-tiba aku berulah mengumpulkan benda-benda kecil di satu wadah plastik di hadapanku. Yup.. ada beberapa oleh-oleh dari berbagai daerah dan negara yang diberikan oleh teman-temanku. Soevenir biota laut dari Ayung, asbak dan kalender unik dari Jeng Indri, beberapa gantungan kunci dari Thailand dan Singapura dari suami Mbak Ning, juga gantungan kunci ’jodoh’ dari Cina yang spesial dari Mbak Sisil. Nich barangnya…

sebagian oleh-oleh dari sahabatku

 Lama kupandang deretan hasta karya tersebut.. dan akupun teringat tentang kisah-kisah lama seputar oleh-oleh. Yang pertama tentu saja Mbah Kung, yang selalu identik dengan hal tersebut setiap kali bepergian, berapapun jauh dan lamanya waktu pergi. Beliau tidak pernah absen untuk urusan yang satu ini, mulai dari makanan hingga benda-benda asal daerah tujuan. Kedua, tentu sahabat-sahabat yang doyan bertukar cinderamata saat perjalanan dinas ke luar negeri, mulai dari cokelat (yang ini standar sich..) hingga barang unik yang mengingatkanku akan dirinya dan tugasnya kala itu. Terakhir tentu diriku sendiri, yang juga gemar merepotkan diri untuk membawa oleh-oleh buat sahabat jika bepergian. Apalagi kalau tempatnya belum pernah kukunjungi.. alhasil biasanya uang saku langsung ludes. Tapi tak pernah menyesal tuh.. rasanya puaaaasss bangeeeettt.. melihat binar ceria sahabat dan ucapan girang terima kasihnya. Walau setahun yang lalu sempat kurasakan ada yang kurang..

Ada yang kurang?? (diam sejenak menghela nafas..). Ya.. bagi sahabat  yang sering bepergian, coba tanyakan pada diri kalian, pernah tidak saat pulang.. setelah membagikan buah tangan ke semua ’destinasi’, melihat kembali apa yang kamu beli untukmu sendiri? Jika kita mengalami hal yang sama, maka jawabannya adalah TIDAK ADA!! Kita kadang lupa tidak membeli sesuatu untuk diri kita, barangkali karena terlalu banyak destinasi, atau memang kita tidak tertarik dengan benda yang kita temui di daerah tujuan kita pergi, atau mungkin.. sudah jadi kebiasaan kita untuk tidak ’mengoleh-olehi’ diri sendiri.

Apapun alasannya, itu biarlah menjadi rahasiamu. Kali ini ijinkan aku berbagi dengan apa yang kualami sahabat.. Pertama dan sedari dulu aku memang kurang suka untuk membeli sesuatu untuk diriku sendiri jika sedang melancong. Bahkan ke luar negeri sekalipun (padahal baru dua kali ke luar negeri.. hehehe). Aku lebih tertarik untuk membelanjakan isi dompetku demi keluarga ataupun mereka di sekelilingku. Tak ada alasan yang lebih kuat selain karena aku menyayangi dan ingin berbagi dengan mereka. Tapi dalam suatu  waktu, ketika otak sedang ’waras’, aku berpikir lain mengenai kebiasaan per-oleh-olehan.

 Sepertinya aku jadi kurang sayang pada diriku sendiri, sebab pernah aku ’iri’ akan apa yang kubawakan untuk sahabatku sedangkan aku tidak memilikinya. Hahaha.. boleh bilang ini hal yang keliru, sirik, bodoh, munafik, atau lucu dech.. Tapi memang begitu adanya. Jika mau diaplikasikan ke kehidupan nyata, ternyata ini BERBAHAYA!! Kita jadi ’terbiasa’ untuk tidak memikirkan tentang kebutuhan, kondisi, keinginan, dan hak kita lho.. Misal buah tangan tersebut kita umpamakan sebagai wanita yang cantik, maka tentu kita tak akan dapat kekasih yang cantik bukan? Andai oleh-oleh itu diibaratkan sebagai pekerjaan, tentu kita akan menganggur sebab semua kita berikan ke ’destinasi’ kita. Sama halnya jika dikondisikan sebagai ’kesempatan’, wuaaah.. niscaya hidup akan statis, gak naik gaji, gak cepet nikah, gak lekas kaya, dan gak-gak yang lainnya. Kenapa? Karena intinya kita tidak menghargai dan memikirkan diri kita sendiri. Kita larut dalam euforia ucapan terima kasih dan binar bahagia orang lain padahal di ujung hari kita menyesal tidak memiliki sesuatu yang telah kita beri.

O..o.. jangan mencibir begitu dong.. Aku bukan mengungkit tentang kebaikan yang disesali, itu cuma pengalamanku, semoga tidak terjadi padamu. Namun aku yakin salah satu darimu mengalami pula hal ini, kalau tidak ada berarti aku yang KELAINAN!! Lebih dari itu aku juga tidak lebay untuk menganalogikan oleh-oleh dengan kehidupan nyata. Tapi ingat bahwa setiap doa adalah ucapan, setiap mimpi adalah isyarat untuk menggapai cita, dan setiap kebiasaan adalah landasan dari jalan dan liku hidup kita. Sebagai pamungkasnya, aku tidak mengajak untuk tidak lagi memberikan oleh-oleh, tetapi berilah waktu untuk mengoleh-olehi dirimu sendiri juga. Jangan ada sesal di ujung sepertiku hanya karena kebiasaan baik tersebut. Buatlah buah tangan untukmu yang spesial sebagai tanda cintamu terhadap diri sendiri (jangan kelewat narsis tapi..). Bisa dari hal kecil dari bebatuan, gambar dirimu di tempat tujuan, hingga hal besar seperti tiket pulang pergi untuk sahabat ke lokasi tujuanmu tadi (ngarepbanget.com). Dari rentetan paragraf di atas, aku ingin berbagi… Sejak setahun yang lalu aku mulai membeli buah tangan untukku sendiri ( dari negara Hitler sampai bumi Borneo). Dan saat ini aku lebih bisa memikirkan diriku dan sedikit waktu untuk kesenanganku (ingat hidup cuma sekali bukan?). Lebih dari itu, aku juga lebih fokus untuk memikirkan tiap detail langkah hidupku, untuk hasil akhirnya mah memang Tuhan yang punya kuasa. Tetapi setidaknya aku tidak lagi larut dengan buaian semu yang ’menjebakku’. Sahabat.. seringkah kamu mengoleh-olehi dirimu sendiri?

malaikat cantik yang kubawa dari Jerman

kaos dari bumi Borneo

Iklan
  1. _smiLeybloSs0m_
    Juli 20, 2011 pukul 2:46 PM

    Kalau oleh-oleh itu diibaratkan wanita cantik, aku ngga akan bersisa dooong… Karena setiap kali akan dijadikan oleh-oleeeh, eehhehehe 😛
    Nice post bro! (Bukan hanya karena ada namaku disitu loh ^^)

    • Juli 20, 2011 pukul 10:19 PM

      hehe.. thanks jeng dah mau mampir.. nice bagiku atas oleh2mu.. thanks lagi dech..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: