Beranda > PLUS plus > Akoe yang selalu ketinggalan…

Akoe yang selalu ketinggalan…

Selepas membuat coretan tentang si ITTA, aku melirik ke rak buku di sudut kamarku. Update sahabat di akun jejaring sosial menggelitikku untuk membaca lagi buku Who Moved My Cheese..  Ini kutipan statusnya dua hari yang lalu..

 

Aku lantas terdiam sejenak.. dan mencoba berpikir beberapa waktu yang lalu dalam kehidupanku. Ternyata aku memang seperti Haw.. yang selalu ketinggalan.. Mau bukti? Kutanyakan pada cerminku (baca: suara hatiku) dan berikut jawabannya..

          Musim friends**r.. aku terlambat punya akunnya

          Musim faceb**k.. aku juga telat buatnya..

          Musim twit**r.. aku juga gak nge-tweet..

          Musim futsal dan badminton.. aku telat memulainya..

          Musim resign.. baru sekarang aku resign..

Waow.. ternyata aku memang selalu ketinggalan.. walau memang aku akhirnya melakukannya.. Hemh.. tapi kenapa selalu ketinggalan? Seperti sekarang baru kepikiran punya blackb**ry? Sst.. aku ternyata menikmati semua ketinggalanku. Jangan marah sahabat..Bukan berarti aku kolot dan selalu berpikir mundur untuk tertinggal. Ada beberapa alasan di balik itu.. mau tahu? Kasih tau gak ya? Kasih dech buatmu..

Pertama: Aku ingin mempunyai sedikit privacy..

Memiliki akun di jejaring sosial tentu konsekuensinya adalah menambah teman atau network. Aku yang seorang sanguinis, sangat senang bersahabat dengan siapa saja. Bahkan kadang tidak pandang bulu, mau preman, orang alim, kutu buku, si kuper, si bandel, si pintar, si kaya, dan siapapun.. Pasti aku berkenan untuk berteman dengannya. Tapi kalau ketemu dengan si jahil, si usil, atau si tukang gosip.. wuah.. aku takut energi dan waktu tersita untuk hal-hal yang gak penting dan cenderung merugikan saja. Itu pikiranku dulu.. Jika lantas aku punya akun di beberapa jejaring sosial, itu karena aku ingin bisa belajar lebih arif dalam berelasi dan menanggapi setiap jenis teman yang kupunya. Hasilnya mah huhuy.. aku yang terkadang jadi si usil dan si tukang gosip. Walaaah.. gagal nich kayaknya alasan pertamaku.

Kedua: Ingin punya prinsip dan prioritas dalam hidup..

Aku tidak segera ikut arus dan musim ini itu karena pengen banget jadi orang yang berprinsip. Prinsip apa to? Ya prinsipnya nggak asal ikut-ikutan. Aku memilih untuk membuat prioritas dalam hidupku. Karena belum ada dana lebih, mana mungkin aku paksakan beli hape multimedia atau modem untuk ikut berseluncur di dunia maya. Mending buat nabung atau beli beberapa hal yang lebih penting kan? Kenapa harus resign jika ada kesempatan untuk selalu belajar hal yang baru dalam kerjaan? Mending aku menikmati dulu kesempatan belajar itu daripada mencari tantangan yang lain. Itu yang kulakukan sekarang untuk resign guna belajar hal lain yang berbeda dengan jenis pekerjaan yang aku geluti sekarang.

Ketiga: Belajar untuk menemukan titik balik

Mengikuti.. bagiku adalah menjadi follower dan hanya mengadopsi apa yang sudah ada, untuk menjadi lebih baik. Tapi dalam proses menjadi follower, aku berpikir keras untuk menemukan saat terbaik guna menjadi trendsetter.. yang akan menemukan atau menciptakan sesuatu yang baru dan akan diikuti oleh orang lain. Waow.. itulah salah satu keberhasilan dan salah satu kepuasan dalma hidup bukan? Tapi tentu yang positif, misal menemukan metode khitan yang lebih aman dan cepat, menemukan metode menenun yang lebih baik dan berkualitas. Bukannya menemukan metode korupsi atau mencontek yang aman dan mutakhir, atau cara selingkuh yang selamat dunia akhirat (ngimpi kali ye…). Jika kita bisa menemukan titik balik dalam hidup kita, tentu kita bisa mengubah sesuatu yang tak bernilai atau biasa menjadi hal yang bernilai dan luar biasa. Akhirnya nilai hidup kita pun akan meningkat dari waktu ke waktu.

Nah.. itulah tadi tiga alasanku kenapa aku selalu ketinggalan. Memang tidak enak selalu tertinggal, tetapi jika kita mampu menikmatinya dan belajar dari semua itu, dalam sekejap kita pasti akan mampu menyusul bahkan mendahului mereka atau hal-hal yang meninggalkan kita. Hanya butuh niat, keberanian, perhitungan yang cermat, dan keyakinan penuh untuk bisa membalikkan semua ketertinggalan menjadi sebuah langkah terdepan. Saat tertinggal, kita sebenarnya diberi waktu lebih untuk berpikir dan mengevaluasi keaadan tersebut. Relakan saja sahabat.. waktumu, energimu, uangmu, dan perasaanmu. Ikhlaskan dan tetaplah bersyukur akan ’pelajaran hidup’ itu. Tuhan tidak tidur bukan? Justru Dia sedang mempersiapkan kita, agar saat menjadi ’yang ditiru’.. kita tidak lupa diri dan benar-benar menjadi teladan yang baik bagi para ’pengikut’ kita. Sangat sulit saat berada di atas atau di depan.. Butuh semangat yang selalu terjaga, kehati-hatian dan waspada, serta kestabilan emosi kita. Siapkanlah hal-hal tersebut.. dalam setiap ketertinggalan kita.. Semoga pula kita tidak terlena dalam situasi tertinggal, sehingga menjadi karakter Hem dalam buku yang aku utarakan di awal coretan ini. Salam ketinggalan sahabat…

menikmati "ketertinggalan"

Iklan
  1. Juni 28, 2011 pukul 12:25 AM

    wah, dah lama banget baca bukunya Sob..
    eniwe, senasib sepenanggungan, sering telat jg gw Sob…

    • bocahrantau
      Juni 30, 2011 pukul 1:01 AM

      Alaaahh.. dirimu mah telat masuk dan telat pulang.. ssst.. jangan telat cabut yak!!

  2. Oktober 16, 2011 pukul 2:28 PM

    Senasib brooo
    Kadang juga patah semangat, sempat juga ngiri dgn tmn2 yg sukses duluan
    Tapi mmg hrs ttp bljr ikhlas dan bnyk bersyukur atas apa yg ada

    • Oktober 16, 2011 pukul 4:47 PM

      @Noct.. Intinya memang belajar ikhlas bahkan mulai dari hal sekecil dan sederhana sekalipun..
      Thanks kunjungannya..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: