Beranda > PLUS plus > Lima pelajaran baru dalam hidupku..

Lima pelajaran baru dalam hidupku..

Di tengah dinginnya malam di tanahku, dan nyamuk-nyamuk yang menyapa dengan suara khas dan ‘penjajahan’ mereka atas tubuhku, kamu coba gerakkan jemari ini di tuts Aspire yang nangkring dengan tenang di meja kecil yang hampir seumuran denganku. Kusyukuri nikmat Tuhan dengan bertambahnya usiaku hari ini, dan kesempatan untuk berkumpul bersama keluargaku walau minus si bontot yang tengah di Jogja menimba ilmu.

Hemph.. teringat obrolan pengiring ngopi bareng Pak Boz siang tadi, juga Bu Boz sejam yang lalu seraya mempersiapkan baju rias untuk esok hari. Ku coba merangkumnya menjadi lima pelajaran penting dalam hidupku. Kenapa lima? Biar seperti Pancasila.. bukan ding.. tapi karena biar gak kemana-mana, jadi mulai dari sedikit dahulu. Apalagi yang akan kucoretkan rata-rata adalah ‘pemberontakan’ terhadap pelajaran hidup yang selama ini kuyakini.. Salah atau benar, silakan dinilai dengan hatimu setelah membaca  ini…

Jika ditampar pipi kananmu berikanlah pipi kirimu

Itu dulu.. kuyakini bahwa jika pipi kiri yang kita berikan bukan untuk ditampar lagi melainkan untuk dielus. Tapi di jaman sekarang yang serba rasional, terbuka, dan asertif, jangan pernah berikan pipi kirimu. Baik itu untuk ditampar lagi (karena sakit) atau dielus (ungkapan penyesalan yang terlambat). Lebih baik segera tangkap dan pegang erat tangan yang telah menamparmu, tatap matanya dengan fokus (perhatikan ekspresinya.. mana ekspresinya..). Kemudian jika belum tahu apa pasal dia menamparmu, tanyakanlah padanya. Atau jika sudah tahu alasannya, katakan baik-baik untuk menyelesaikannya dengan cara lain. Masih banyak cara penyelesaian masalah tanpa main tangan bukan? Pun jika ternyata dia salah tampar, dirimu bisa mencegahnya untuk berbuat dosa lagi andai pipi kiri yang kau berikan masih ditamparnya pula. Biarlah penyesalan atau maaf keluar dari bibirnya dengan tulus tanpa harus mengelus pipimu yang lain.

Hiduplah selalu dalam kesederhanaan dan setia pada perkara-perkara kecil

Sederhana.. jika ditafsirkan dan diterapkan secara mentah-mentah tentu akan menciptakan kontroversi dalam hidupmu. Bayangkan jika dirimu bekerja di dunia marketing yang begitu dinamis, sibuk, dan aktif, tetapi harus pakai baju petani, nggak bawa hape, jalan kaki atau ngangkot?? Auww.. Prikitiew.. pasti dalam beberapa hari akan ada teguran karena target tidak tercapai.. Tentunya harus kaulengkapi dirimu dengan kendaraan sendiri, berbagai gadget seperti HP, iPAD, atau Blackberry, pakaian berdasi, dan hal lain yang membuatmu siap tempur setiap hari. Hidup sederhana dalam hal ini lebih ditekankan dalm cara berpikir yang sederhana, dan tidak merumitkan hal-hal yang biasa. Hidup sudah susah maka jangan dibuat susah. Lebih baik tetap setia dalam perkara kecil untuk bersiap setia dalam perkara-perkara besar yang akan menghampirimu. Bayangkan jika kita tidak rajin untuk menyikat gigi sebelum tidur (perkara kecil) bagaimana bisa setia untuk menyikat para koruptor sebelum korupsi merajalela (perkara besar)?

Jujurlah jika memang tak berpunya, jangan mengada-ada

Pernah kucoretkan tentang hidup yang bertopeng dimana hal ini kadang kita lakukan untuk menutupi kekurangan kita. Apakah sulit untuk jujur jika kita tak berpunya? Tokh orang juga akan paham akan keadaan kita? Hey!! Jangan mencibir dulu bahwa lingkungan hidupmu yang menuntutmu begitu.. Ingat, suatu ketika sepandai pandainya tupai melompat akan jatuh juga atau sebelas duabelas dengan sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya tercium juga. Orang akan lebih marah, kecewa, atau meninggalkan kita jika mereka tahu bahwa kita tidak yang seperti yang mereka lihat. Mulai jujurlah sebelum terlambat..

Sesekali, puaslah akan sesuatu dalam hidupmu

Sejak jaman dulu kita dijejali dengan idiom jangan pernah merasa puas dalam hidup ini. Heit!! Kalau udah menikah berarti cari lagi dong? Hemh.. maunya.. Cobalah sejenak kita berhenti dan menikmati sejenak hidup ini. Berhenti berlari dan menghela nafas panjang untuk segarkan rongga-rongga nafas kita. Ada batasan hidup yang sebenarnya melekat dalam diri kita pribadi dan tidak sama satu dengan lainnya. Misal tinggi badan setelah lewat usia pertumbuhan (menghiburdiri.net) atau kemampuan futsal dibanding mereka yang masih muda, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk hal seperti itu, kita harus merasa puas dengan apa yang kita bisa dan kita peroleh bukan?

Menikah dan hiduplah dengan orang yang JUGA mencintaimu

Terakhir dan utama, sebab sesuai dengan bertambahnya usiaku.. adalah sederet kalimat di atas. Kata juga sengaja kubuat dalam aksara besar untuk penekanan. Selama ini, tidak ada kata ’juga’ kan? Kata tersebut mengandung arti bahwa selain dia yang mencintai kita, kitapun juga mencintainya. Andai tak ada kata itu, bisa berarti menikah dan hiduplah dengan orang yang mencintai kita WALAU kita tidak mencintainya. Bagaimana bisa? Ehm.. itu tafsiranku, silahkan jika dirimu juga memiliki penafsiran lain. Yang terpenting.. menikah bukanlah tujuan akhir dari perjalanan hidup kita, tetapi bagaimana kita berarti, bagi diri kita sendiri, dan orang-orang di sekitar kita.. Selamat malam sahabat…


Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: