Beranda > Coretan Singkat > Kala Akoe Ingin Pulang…

Kala Akoe Ingin Pulang…

Selalu begini kalau mau mudik.. hujan menjelang naik angkot.. (njelehi)
Nyampe rumah pasti ortu lagi ada job rias.. (ngrejekeni)
paling parah pas mau balik.. pasti maleeeess.. (nyebahi)
Tapi Puji Tuhan untuk semua itu.. sampun Niat Ingsun.. Asyiwiliwiliwili…

Satu paragraf status di akun jejaring sosialku yang paling update.. Kuakhiri dengan satu mantra ala Sule yang gemar kugumamkan sebelum memulai permainan futsal. Entah kenapa.. selalu saja hujan sebelum ku pulang ke Bumi Ruwa Jurai kelahiranku. Rasanya tanah Cisalak ini mencegahku untuk pulang karena tahu bahwa suatu hari nanti aku takkan kembali lagi ke tempat ini. Padahal dia tidak tahu, bahwa tanahku pun kangen akan diriku (semoga..). Tapi belum pernah hujan menghalangiku untuk pulang..

Yach.. P.U.L.A.N.G…  Pergi Untuk Luluhkan Asa Nan Galau..

Entah kenapa, tak ada sebab yang jelas.. Aku begitu ingin pulang ke suatu sudut di Lampung. Sudut yang memberikan rasa tenang.. nyaman.. dan segala keteduhan di jiwa dan raga ini. Padahal biasanya malam ini aku habiskan dengan rekan-rekanku.. Bercanda, Ceria, dan Berbagi bersama (ups.. mirip iklan..). Tak jarang sampai pagi.. hingga nyalang mata ini. Wuiih.. tak terasa sudah lebih sepuluh tahunan aku tak menghabiskan saat spesial ini di rumah.

Tak ada yang spesial sebenarnya jika kuperhatikan.. Tokh rumah akan sepi saat ku datang, Pak Boz  sudah berangkat ngajar (maklum dia kan dosen).. Bu Boz juga pasti sedang di tempat hajatan untuk rias penganten (entah kenapa setiap aku pulang pasti ada aja orderan..). Dan aku pasti langsung tidur.. dan baru ngider ke tetangga setelah mandi.. Hehehe jangan ngiri karena aku pasti dapat tiwul, ampok, sambel terong, sambel teri, atau sayur lodeh yang jarang kutemui di Cisalak ini.

Malam ini pun begitu, sudah kutebak apa yang terjadi esok pagi.. dan tepat seperti coretanku di paragraf sebelumnya. Itu setelah konfirmasi dari Bu Boz siang tadi. Rencana ini memang mendadak karena sebelumnya aku ingin sekali habiskan malam ini di Kota Gudeg bersama adik semata wayangku. Tapi rasa untuk pulang begitu kuat.. Asa ini terasa galau dan harus diluluhkan.. dengan minum kopi.. atau buat karamel lagi..

Lantas.. apa yang meneduhkanku? apa yang menenangkanku? membuatku nyaman? dan apa yang spesial untukku di hariku nanti? Bukankah lebih baik aku di sini melewati pergantian hari dengan iringan gitar dan senandung lagu ceria bersama sahabatku? Atau sejenak merenung di kamar dengan sebatang lilin dan rosario suci.. daripada harus menahan dingin di tengah Selat Sunda..??

Ah.. ternyata aku dapatkan jawabnya.. Yang spesial adalah aku masih bisa melewati usia kesekian ini bersama Pak Boz dan Bu Boz.. Utuh.. Lengkap dengan kasih sayang mereka. Aku tahu bahwa mulai tahun depan aku sudah merayakannya dengan pendamping hidupku (amiiinn) dan tak mungkin lagi pulang ke sudut itu kembali.. Terima kasih Tuhan atas kesempatan ini.. Ah.. tak sabar sejam lagi melesat dari kamar ini.. Bancakan (baca: tumpeng kecil) sudah menanti..

Kala akoe ingin pulang.. sampai detik ini tak ada yang bisa menghalangi.. entah nanti.. maka kan kunikmati malam ini.. hingga menjelang pagi..


Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: