Beranda > Pelajaran Hidoepku > Liburan Rohaniku Episode Malam Paskah…

Liburan Rohaniku Episode Malam Paskah…

Kantuk masih menderaku di pagi ini (sejam yang lalu..). Sekedar sarapan kecil cukup mengganjal perut laparku. Malas sekali rasanya untuk mandi, kumulai saja aktivitas pagi jelang siangku dengan merapikan tempat tidurku. Tapi ups.. apa nich di balik selimut?? Waladalah.. ternyata ada lilin Paskah yang menemani tidurku semalaman rupanya. Satu barang yang tersisa dari malam Paskah di Gerja Santo Thomas Kelapa Dua, bersama tiga sahabat dekatku.

yang tersisa dari malam Paskah 2011

Masih lekat di ingatan kala harus kubatalkan janji tuk misa malam Paskah ini bersama seseorang karena satu dan lain hal. Yang jelas sempat waswas juga karena badan yang panas tinggi dan pusing yang menyergap. Hujan yang rintik2 pun melengkapi ceritaku untuk merayakan Paskah tahun ini. Namun Tuhan maha adil, aku masih bisa merayakan upacara peringkatan kebangkitan Tuhan dengan sahabat-sahabat yang tak pernah kuduga sebelumnya. Seolah aku dibukakan mata akan kebesaran kasihNya yang bisa menyapa hati umatNya dalam kondisi apapun dan sekuat apapun kita jauh dan berusaha lari dariNya.

 

Paskah kali ini memang berbeda karena selain cuaca yang kurang mendukung, kondisi keamanan pun juga sedang tidak stabil. Akhirnya, di dalam gereja pun diintruksikan untuk segera melapor ke penerima jemaat jika melihat hal-hal yang mencurigakan di sekeliling kita. Hasilnya? Dua mas2 di depanku disarankan untuk membuka jaketnya dan tralala ternyata mereka ber-oblong ria plus membawa ransel besar (baru turun gunung kah?). Oh tidaaaak… kita sudah terlalu parno ternyata. Bahkan dalam gereja yang kalau mati ada sedikit jaminan masuk surga (kata saya sendiri lho..) kita masih takut akan kematian. Yach.. anggap saja himbauan di atas adalah antisipasi dari ancaman bom.

Sahabat..

Lupakan malam paskahku di atas, bagi kalian yang merayakan Paskah, selain konsekrasi dan komuni yang menjadi lambang penebusan dosa dan merajaNya Dia dalam diri kita, sesi apa yang menarik buatmu? Persembahan, mazmur yang suaranya merdu, pembabtisan, menyalakan lilin, atau? Apapun itu, simpan dulu jawabanmu, karena entah kenapa aku tertarik untuk membuat coretan buat sesi terakhir yang aku sebutkan di kalimat sebelumnya.

Sahabat..

Saat lilin dinyalakan dalam malam Paskah, mau tidak mau, kita harus berbagi nyala api dengan umat di sekeliling kita. Mau itu cantik, jelek, ganteng, jerawatan, tua renta, cacat, dan apapun itu, kita pasti akan saling menyalakan lilin dengan mereka bukan? Anggap saja jackpot jika sekelilingmu ternyata cantik atau ganteng semua (sebenarnya jadi kelihatan kamu paling jelek bukan? Hahaha..). Tapi yang jelas mari kita lihat maknanya.

Nyala lilin Paskah..

dianggap sebagai perlambang Tuhan mengorbankan diriNya untuk menjadi terang bagi semua umatNya. Dengan berbagi nyala lilin, maka secara tidak langsung kita juga telah berbagi terang dalam kegelapan hidup ini dengan sesama.Terang.. Secara mudah kuandaikan sebagai rejeki atau berkah dariNya. Nach.. selain malam Paskah? Apakah dengan mudah.. tanpa memandang fisik dan status sesama di sekitar kita.. kita sudah berbagi rejeki dengan tulus kepada mereka? Ataukah dalam kehidupan sehari-hari justru terang itu kita sembunyikan dari mereka, agar hanya bisa menerangi jalan gelap kita sendiri. Susah dalam prakteknya bukan? Karena kita pasti merasa terang itu kita peroleh dari usaha kita, sehingga ngapain musti kita bagikan.. biar saja mereka di sekitar kita juga memperoleh terang (baca:rejeki) sesuai usaha mereka sendiri. Kita amat pelit.. bahkan untuk mengingatkan rekan lain untuk sembahyang atau ke gereja pun mulut kita seolah rapat terkunci dan enggan bicara. Apalagi untuk berbagi uang dan makanan..

Sahabat..

Jika masih susah bagi kita untuk berbagi dengan sesama tanpa pilih kasih, maka Dia mengingatkan kita di Paskah ini, bahwa Dia pun yang bergelimang anugerah dan keajaiban mau berbagi dengan rela wafat dipaku di salib. Maka marilah kita, yang tidak ada seujung kuku di hadapanNya pun.. mau untuk berbagi, saling menghargai, saling mengingatkan, saling membantu, dan menyayangi sesama.. tanpa batas.. dan tulus tanpa balas.

Selamat Paskah 2011..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: