Beranda > Mengenang Masa Silam > Nikmatnya.. Saat Tak ada Rasa Memiliki..

Nikmatnya.. Saat Tak ada Rasa Memiliki..

Melanjutkan aktivitasku Sabtu ini, setelah berbagi.. (baca coretanku sebelumnya). Aku menikmati makan siangku di seputaran Depok bersama Arie sahabatku. Terik panas matahari seakan tak menghentikan langkah kami (tak ada tempat berteduh sich hehehe). Apalagi jembatan penyeberangan yang membuat jantung berhenti (lebay ya Rie.. ternyata kamu phobia ketinggian). Akhirnya angkot pun mengantar kami ke warung makan Mbah Jingkrak di jalan Margonda Raya Depok.

Cukup sepi waktu kami mulai memesan, dan lantunan gending jawa pun semakin menyejukkan cuaca yang sebenarnya cukup menyengat tubuh kami. Kupilih satu tempat di pojok tuk menjajal pedasnya menu Mbah Jingkrak (walau sebenarnya tak kupilih menu yang membakar tenggorokan). Dan setelah pesanan datang mulailah kami menyantap tanpa basa basi.

Arie.. tawanya begitu renyah sepanjang kunyahannya siang ini. Dan masih takjub akan ingatanku akan masa SMA kami. Yap.. sahabatku ini sama-sama denganku merantau ke Pringsewu (satu nama kabupaten di Lampung) untuk menikmati masa abu-abu putih kami. Satu pengurus OSIS, team SEBELAS, team KOOR, dan team2 lain kecuali sepakbola hahahaha.. Kami bertukar cerita, sharing tentang cinta (lebay lagi dech).. dan akhirnya kutangkap surut ekspresi wajahnya saat satu ceritaku di akhir makan siang ini.

Yach.. aku hanya bercerita tentang kekasih yang telah tiada (baca : meninggal). Bagaimana ku melewati hari tanpa si dia yang terbujur kaku di negeri orang, walau saat itu masih cinta monyet. Tentang kehilanganku akan tawanya.. akan candanya.. dan akan gigihnya perjuangan hidupnya saat lepas dari jerat barang-barang laknat NARKOBA. Dunia saat itu berputar, walau masih bisa kututupi dengan seabreg kegiatan di bangku sekolahku. Rasanya Tuhan tak adil teriakku kala itu. Kenapa Dia merenggutnya dari kehidupanku..

Kuteguk es teh manisku, dan karena kulihat ekspresi sendunya, kumulai tuturkan caraku menikmati cobaan itu. Aku pun ingin berbagi denganmu sahabat..

Dalam hidup.. tak akan ada yang abadi, masih ingat coretanku tentang ini? Semua ini hanya titipanNya yang sewaktu waktu bisa diambilnya tanpa harus Dia jawab kenapa? mengapa? bagaimana? dan bilamana? Camkan filosofi tukang parkir dalam hidup kita. Semakin kita merasa memiliki, maka siap-siaplah untuk merasa kehilangan. Semakin kita merasa mempunyai, maka tunggu saja saat kita merasa dicuri, dirampok, atau direnggut paksa olehNya.

Protes? Boleh saja sahabat.. Mungkin kau akan berpikir bagaimana jika kita sudah berpacar, beristri atau bersuami, beranak, dan bersanak famili? Apakah kita tidak boleh merasa memiliki? Kita mati-matian mempertahankan cinta yang akan karam? Apa itu bukan manifestasi dari rasa memiliki? Kita berjuang sekuat tenaga merawat saudara yang sakit? Itu juga bukan rasa memiliki?

Bagiku tetap tidak.. selamanya kita tidak akan memiliki, karena tak ada yang kekal abadi. Hanya Dia di atas sana yang kekal abadi.. Coba kau genggam pasir, dan eratlah kau genggam sebagai bukti kau memiliki.. Kau tau yang akan terjadi, pasir akan keluar dari sela jemarimu dan semakin kuat lagi kau genggam, hanya sedikit yang akan tinggal di genggamanmu. Tapi baiklah sekarang kau jaga pasir itu, genggamlah perlahan dan biarkan butir-butirnya bergerak acak, perlahan mengisi sela jarimu. Dan lihat.. dia tidak akan keluar sebutirpun dari genggamanmu. Tepat di satu titik akan berhenti dan menikmati nyamannya berada di genggamanmu. Tak mau keluar, dan enggan berpindah lagi..

Sahabat, dulu aku menggenggam cintanya begitu erat, merasa setiap jengkal tubuh dan hidupnya adalah punyaku, dan begitu total aku mencintainya dengan caraku sendiri. Sehingga pada akhirnya.. aku merasa dia hilang begitu saja dari hidupku.. selamanya.. Kini, aku tak lagi mencoba cara itu lagi, aku kan menjaga cinta itu tetap di genggaman, membiarkannya nyaman dan tak berpindah lagi, sehingga kala si empunya meminta, aku masih bisa menyerahkannya utuh tak terbagi dan dengan senang hati menikmati puji karena tlah menjaganya dengan baik. Ach.. begitu nikmatnya.. saat tak ada rasa memiliki..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: