Beranda > PLUS plus > Pantangan keEmpat : JaNgan menCintai dan meMiliki PaSangan OranG Lain..

Pantangan keEmpat : JaNgan menCintai dan meMiliki PaSangan OranG Lain..

(terinspirasi dari pagi ini, dimana SMS dan Telepon sahabatnya, memberitahuku bahwa dia tlah berpunya..)

Sampai detik ini kadang saya masih bercanda dengan sahabat bahwa yang paling mudah untuk dapat pacar adalah mencintai pasangan orang lain. Kenapa? karena saingannya cuma satu.. ya pacarnya orang yang kita taksir. Coba kalau kita mencintai seorang single, cantik/tampan, tajir, baik hati, dsb.. Pasti banyak saingannya bukan? Dan ada kompetisi di dalamnya.. Guyonan ini kerap kubawa dalam pergaulanku, celakanya kadang diterapkan dan dicontohpula oleh beberapa sahabatku. It’s just a joke friend..

Namun tahukah dan percayakah Anda bahwa itu SALAH? jika sampai tahap MENCINTAI tentu tidaaaak.. Karena cinta itu universal dan bisa ke siapa saja, ssst.. itu HAK ASASI. Tapi jika sampai MEMILIKI? Wooo.. tidak bisssaaa… Itu salah sahabat.. Ada separuh hati yang akan terluka karenanya. Betul!! hati seseorang yang sudah lebih dulu memiliki dia yang kita miliki sekarang.

Percayakah dirimu akan KARMA? Jika belum dan tidak mau percaya, anggaplah sebagai KUASA ILAHI jika nantinya suatu saat dirimu berada di posisi seseorang yang tersakiti itu. Bahkan mungkin tak hanya hati, tapi separuh, atau sepenuh hidupmu akan terluka karenanya. Sakit bukan? jika masih belum cukup menyadarkanmu, hal itu bisa terjadi di keluargamu, saudaramu, bahkan anak cucumu kelak. Masih tetap belum percaya KARMA? OK tak apa, anggaplah sebagai siklus kehidupan yang akan berputar di sepanjang hidupmu hingga ajal menjemput.

Sahabat..

Ngotot banget ya kayaknya aku tentang hal ini, semua karena aku sudah merasakannya, lihat lagi coretanku tentang ini. Sekali aku jatuh cinta dan memiliki pasangan orang lain, dan itu tak sengaja karena sudah bertahun-tahun ku setia pada pantangan keempatku. Dan memang harus kulepaskan, tak lagi kuperjuangkan.. Aku tahu dia terluka karena ku melepasnya dan seolah tak mencintainya lagi. Aku tak peduli sepanjang hidupnya dia akan menilaiku sebagai si lemah, karena begitu saja melihatnya berlalu dengan pasangannya. Tapi aku lebih tenang karena seseorang yang memilikinya lebih dulu dariku tidak lagi tersakiti. Biarlah aku disebut pecundang oleh banyak kawan, daripada aku hina di depan penilai dan pemuja agungnya cinta. Biarlah rasa itu menguap terbawa angin pagi, daripada mengendap membunuh nurani.

Sahabat..

Bangun.. dan sadarlah, hiduplah dalam kompetisi (paragraf pertama coretan ini).. Nikmati  ritmenya seperti degupan jantungmu. Jikalau kalahpun.. kepalamu masih tegak, tak lagi tertunduk malu. Karena setiap pertandingan pasti ada juaranya. Andai bukan sekarang, pasti nanti.. kelak.. kita jua yang jadi pemenang. Masih banyak target dan buruan yang bisa dicari, daripada mengais sebentuk hati yang tak lagi sendiri. Jangan coba untuk mencintai.. apalagi memiliki pasangan orang lain.. Tuhan memberkati..

(coretan ini universal, untuk segala jenis kelamin asal manusia, tidak untuk menyindir atau melukai, hanya sebuah ajakan tuk berprinsip dalam hidup)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: