Beranda > Menikmati Pekerjaan Ala DP > Menjadi pemimpin.. Haruslah SeLaLu EGOIS…

Menjadi pemimpin.. Haruslah SeLaLu EGOIS…

Plup! Whuaaa… Kulihat dahimu mengerut dan rasa tak percaya hinggap saat kau baca judul tulisanku ini.. Tenang sahabat.. mana ada sih pemimpin hebat yang bersifat seperti itu.. Itu hanya akronim buatanku saja..

Awal untuk menulis ini diilhami oleh beberapa anak buahku.. yang dari nothing jadi something, walaupun tidak di kerjaan, tapi di lingkungan pergaulannya, menjadi pemimpin untuk komunitas tertentu, entah team touring, team futsal, atau karang taruna. Hanya sebuah pesan untuknya, selain mengingatkan diriku sendiri.. bagaimana untuk menjadi pemimpin yang mendekati sempurna. Ingat, kesempurnaan hanya milikNya dan kekurangan adalah milik manusia..

Bismillah.. kuawali penjabaran akronimku di atas.. SELALU EGOIS..

SElalu melayani..

Pemimpin yang baik bukanlah mereka yang petentang petenteng, perintah sana sini, atau gemar mencatat kekurangan anak buahnya. Dia harus memiliki semangat melayani dan mengaplikasikan semangat itu dalam keseharian perannya. Tidak ada pemimpin kalau tidak ada anak buah bukan? Jadi tanpa orang lain di sekitarnya, seorang pemimpin bukanlah siapa-siapa. Hanya menjadi individu sendiri… Jika mengutamakan pelayanan dalam kerjanya, maka dia akan beroleh hasil yang luar biasa. Contoh konkretnya adalah meluangkan seluruh waktunya untuk pertanyaan seputar apa yang harus dikerjakan hari ini, menyiapkan training untuk karyawannya, menjadi yang terdepan saat anggotanya sakit dan butuh bantuan, atau tergopoh-gopoh ke office jika ada dokumen yang salah atau kurang.. Dengan demikian, tidak ada yang terlewat dalam pekerjaan atau lingkungan kerjanya. Memimpin berarti memerankan diri untuk mengusahakan yang terbaik agar orang dapat bekerja untuknya dengan nyaman dan tak kekurangan..

LAlui  hari hari dengan semangat menyala..

Sahabat.. apa yang akan terjadi hari ini bila kamu tidak semangat ? Kerja jadi males, diskusi sebentar dah pening, semua berkas tidak tersentuh, alarm TO DO LIST dimatikan, dan lainnya.. Andai hari ini kamu pemimpin, pasti kamu akan rugi karena hasil kerjamu tak sempurna. Aduan mesin yang rusak tak kau hiraukan, pembayaran yang belum dilunasi kamu abaikan, semuanya serba tak tertangani. Bagaimana dengan anak buahmu.. pasti juga asal kerja saja bukan ? wong lihat mukamu lesu dan tak bergairah.. Coba jika berlangsung berhari-hari.. Hemh, aku jamin outputmu makin mendekati NOL dan diminta menutup kamar kerjamu dari luar (baca :diusir).

LUpakan masa lalumu..

Eits.. bukan tentang cinta nich.. Pemimpin kadang terlahir dari beberapa cara, misalnya penunjukan, penggantian wajib, seleksi, atau karena lamanya kerja. Nach.. jika tidak  bijak, sangatlah rentan untuk membuat kesalahan dalam memimpin. Apa sebab? Pemimpin biasanya datang dari pengalaman mereka selama dipimpin juga. Acap kali pengalaman masa lalu sering dibawa dalam jabatannya sekarang. Sering marah-marah, mengintimidasi bawahan, kaku dan tidak toleran, dan banyak ragamnya. Citra yang jelek tadi sebenarnya adalah citra pemimpinnya dulu. Celakanya, jika kesempatan memimpin kali ini djadikan pula sebagai ajang balas dendam atas deritanya dahulu. Waow waow..  bahaya sahabat! Tak ada kemajuan yang akan dicapai, hanyalah jalan di tempat. Masa lalu dipunya bukan untuk diwariskan ke bawahanmu kini, tapi sebagai cermin dan koreksi untuk langkahmu yang akan datang.

Evaluasi kerja..

Sekarang ini semuanya serba instan, pengennya cepat dan memuaskan. Walau tidak berlaku untuk pengantin baru hehehe.. tanya aja mas Fay dan kang Iduy.. Pemimpin yang baik, harus mau menilai hasil kerjanya.. Tak hanya melulu melihat capaian target, tapi selalu mengupayakan bagaimana untuk meningkatkan capaian tersebut.. Ya mulai dari merancang metode baru, mengupayakan fasilitas yang memadai, pelatihan yang berkelanjutan, sampai meningkatkan tingkat kesejahteraan anak buahnya. Kenapa? Jika seseorang dalam kondisi yang nyaman, cukupan, dan sejahtera, maka semangat kerjanya akan terjaga dan konsisten pula hasilnya. Evaluasi kerja adalah satu titik dimana pemimpin menentukan mau sehebat apa progres areanya..

Garda paling depan..

Kamu harus mau jadi yang terdepan saat memimpin. Jangan ngumpet di balik punggung mereka yang di sekitarmu. Dan hanya acungkan jarimu ke tempat yang dimau tapi menepuk dada saat beroleh keberhasilan. Jadilah teladan bagi anak-anakmu. Berani terdepan dalam urutan besarnya gaji, berarti berani pula terdepan saat menghadapi keluhan, kala menyelesaikan masalah, dalam menegoisasi ketidakadilan, dan mengambil keputusan yang berisiko walau salah adalah taruhannya. Pemimpin harus berani SALAH! Kalau tidak pernah SALAH berarti dia tak pernah berbuat sesuatu. Hanya saja.. pemimpin yang baik tidak boleh jatuh dalam kesalahan yang sama atau bahkan salah melulu coy..

Omongan sama dengan tindakan

Masih harus dibahas? Walau susah (itu yang kurasakan) tapi harus selalu diutamakan. Ini yang akan menggiringmu menjadi pemimpin yang konsisten atau si plinplan atau si TT (Tukang Tipu) coz kalau si OMDO dah pada tau kaleee..

Impian yang tinggi

Pemimpin harus bermimpi yang tinggi (baca notesku KISAH SANG PEMIMPI). Sebab tak ada keberhasilan yang diraih tanpa diawali dengan mimpi bukan. Mimpi inilah yang akan membuatmu bergairah untuk mencapai yang terbaik untukmu dan segenap orang di sekelilingmu. Hey!! Mimpi gak harus tidur loh.. dan jangan dengerin pameo hare gene masih ngimpi?

Siapkan pemimpin berikutnya

Lihat sekelilingmu, ada tidak pemimpin yang mengkerdilkan anak buahnya? Tidak pernah memberikan training untukmu? Menutup semua kesempatan promosi? Tak pernah mengajakmu diskusi dan bertanya jawab? Well berarti tuch pemimpin kagak sadar bro.. Bahwa pemimpin yang yahud, adalah mereka yang bisa menyiapkan dan melahirkan pemimpin lainnya. Tujuannya agar sewaktu-waktu mereka pergi, sudah ada yang bisa menggantikannya dengan lebih baik dan lebih mendekati sempurna. Jika kita pergi dan yang kita tinggalkan menjadi berantakan, untuk sesaat kita akan dinilai penting dan hebat, tapi di kemudian hari hanyalah jadi yang biasa karena ada yang datang dan membenahi keberantakan tersebut. Tapi bayangkan jika yang menggantikanmu adalah mantan anak buahmu atau orang lain yang kau siapkan, niscaya namamu harum dan selalu dikenang oleh penggantimu dan orang-orang yang kau tinggalkan.

Sahabat..

Masih banyak tentu sifat baik atau syarat pemimpin lainnya.. Kamu bisa tambahkan dalam kehidupanmu sendiri. Apalagi jika sedang disiapkan jadi pemimpin, saat ini jadi pemimpin, atau bahkan sekarang masih jadi bawahan dan bukan siapa siapa..

Paling tidak.. jadilah pemimpin yang selalu EGOIS..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: