Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan Oma Anna.. Mencintai.. Tulus tanPa BataS..

Akoe dan Oma Anna.. Mencintai.. Tulus tanPa BataS..

Sahabat..

Mencintai berarti merelakan hati, rasa, masa, kasih, dan kadang segala yang kita punya untuk sesuatu hal ataupun untuk sesama kita. Jika mencintai itu tulus dan tanpa batas.. artinya tak harap tuk berbalas bahkan tak enggan walau kadang beroleh cela atau hal yang menyakitkan. Semoga kisahku ini menginspirasimu untuk lebih bisa mencintai dengan tulus dan tanpa batas, orang-orang di sekelilingmu dalam langkah kecil hidup kita ini..



Secarik kertas kutemukan di bawah pintuku, beberapa bulan yang lalu.. Saat aku pulang kerja, lelah, ngantuk, dan jenuh kurasakan waktu itu.. pun sudah 30 menit lepas dari pukul delapan malam. Tapi entah mengapa, tiba-tiba aku jadi bersemangat dan bergegas mengganti baju kerjaku (walau tidak mandi.. hehehe). Kulangkahkan kakiku menuju kamar si pemberi surat, selang satu kamar dari kamar kosku di MabesKosmaR (Markas Besar Kos Maryam)

“Sore Oma.. ada yang bisa Dian bantu ?” tanyaku

“Bentar Sinyo.. Oma ganti baju dulu..” sahutnya

Kreeek. Pintu dibuka dan seraut wajah tua nan murung nampak di baliknya

“Pulsa Oma kok cepat habis belakangan ini, kenapa ya?” dia membuka tanya

“Sini aku liat dulu..” tukasku sambil meraih hape CDMA nya..

Lama ku utak atik menu demi menu dan sekilas kulihat tatapnya yang penuh harap.. Setelah kutelusuri pesan demi pesan dan isinya hanya konten2 sampah yang memang menyedot pulsa.. Setelah kumatikan konten pengganggu tersebut, kuserahkan kembali padanya sambil berkata..

“Rebes Bos.. dijamin tak akan boros lagi..”

“Makasih Sinyo..” ujarnya sambil wajahnya berbinar.. ah.. indah sekali waktu itu..

Sahabat..

Esok hari kutemukan secarik kertas lagi saat ku kembali pulang kerja larut.. yang isinya ucapan terima kasih karena pulsanya masih utuh, kemarin-kemarin per hari habis lima ribuan.. Tergantung pula sekantung pisang goreng kesukaanku dalam plastik hitam di gagang pintu kamarku. Ach.. Oma..

Yupz.. beliau adalah Oma Anna, pensiunan Departemen Perindustrian yang juga tinggal di MabesKosmaR untuk menghabiskan masa pensiunnya. Asli Manado, tidak berkeluarga, dan tidak ada sanak keluarga di pinggiran Jakarta ini. Mungkin saat ini aku dan teman-teman kos adalah keluarga yang dimilikinya. Dalam masa tuanya, walau sering sakit, tapi Ia jarang mengeluh. Beberapa sahabat pun masih sering mengunjunginya.. bahkan bermalam di kamarnya.

Sahabat..

Empat tahun aku mengenalnya dan seolah sudah menjadi Oma atau Eyang Uti ku sendiri. Masih kuingat kala hari pertama di kos ini dia mengira anak kos baru yang bernama Dian itu adalah perempuan. Saat melihatku Ia pun terkekek-kekek geli karena ternyata laki-laki. Hari-hari berikutnya kupanggil Ia dengan sebutan Oma walau awalnya pengen dipanggil Tante Anna saja.. Nekad aku ternyata..

Sahabat..

Dalam relasi pasti ada yang berkesan, nach aku coba ungkapkan beberapa kebiasaan di antara kami yang ingin ku sharingkan di coretan ini:

  • Kami sama-sama maniak sepakbola dan beberapa olahraga lain. Walau tidak nonton sekamar, tapi kami kadang kompak berteriak riang atau kecewa saat menonton siaran boal, apalagi waktu gelaran Piala Dunia. Masih kuingat hujan-hujan kucarikan pesanannya menjelang gelaran akbar sepakbola dunia 2010.. Jadwal Pertandingan komplit.. Saat ku pulang, ternyata beliau sudah punya lembaran jadwal yang lebih besar. Anehnya, Ia minta ditempel dikamarku saja jadwal yang besar itu dan Ia pajang pemberianku di kamarnya… Oalaaaah…
  • Kami sering bertukar piring kecil, berisi gorengan dan utamanya pisang di sore hari. Kadang kami tertawa terbahak-bahak jika saat mau memberi eh ternyata yang mau diberi sudah beli gorengan.. dan dari penjual yang sama juga.. hahaha
  • Sinyo, adalah panggilanku darinya (tambah lagi kan selain Niush, Komeng, PK, Aan, DP, dan lain-lain). Ia juga sangat suka jika aku menyanyi sambil bergitar, utamanya lagu2 daerah timur. Lagu favoritnya adalah Balada Pelaut dan Pigi Jo Deng Dia (hemh.. pengalaman pribadikah..?)
  • Oma akan memajang puluhan kartu Natal di dinding kamarnya, saat hari suci itu tiba. Oma Natalan di kamar aja sahutnya.. jika aku pamit mudik seraya menitipkan kunci padanya.
  • Diaaaaaaannnn… adalah teriakannya jika listrik kos di blok kamar kami mati berulang kali. Dan Ia akan tenang jika melihat banyak sandal/sepatu di depan kamarku. Walau lampu mati, beliau tahu aku di rumah dan kos aman katanya.

Ufft.. masih banyak lagi, mungkin beberapa di antara kalian bisa menambahkan di kolom komentar, atau mengisinya dengan pengalamanmu sendiri..

Sahabat..

Kami bukan siapa-siapa.. hanya saudara dari Adam dan Hawa rasanya. Tak ada ikatan darah, namun berpindah kamar ke kamar yang lebih besar pun aku enggan. Bukan saudara kandung, tapi dengan kasih sayang Ia akan menasehatiku kalau kurang istirahat atau mandi terlalu malam. Bukan anaknya, tapi Ia akan mengadu kalau ada kesulitan atau sekiranya kurang suka dengan suasana kos. Kami begitu dekat, walau kadang hanya bercakap di malam hari atau bahkan di salah satu Sabtu atau Mingguku.

Sahabat..

Unik bukan dan begitu membahagiakan (setidaknya bagiku).. saat bersua dengan seseorang yang kemudian menjadi saudara.. Tuhan seolah menunjukkan kuasaNya bahwa manusia dicipta untuk saling mengasihi dan melengkapi. Manusia harus mencinta dan mencintai tulus dan tanpa batas. Tanpa ragu dan perhitungan.. Tanpa memandang usia, gender, dan status sosial.. Tanpa takut untuk dicemooh atau dikucilkan. Beranikah kamu sahabat ?

Sahabat..

Coba tengok ke dalam hatimu.. Sudahkah kita merelakan diri untuk mencinta.. Karena Tuhan ciptakan kita untuk saling membagi rasa.. Jika kamu punya kisah sepertiku yang jauh lebih indah dan membahagiakan, tak ada salahnya berbagi atau jika ingin kusimpan sendiri juga boleh.. Karena kadang tak semua bisa diketahui.. Aku bukan pamer, tapi murni ingin berbagi.. di saat hidup ini tak lagi sedamai dulu.. terlalu banyak orang saling menghujat dan mencaci tanpa sadar bahwa sejatinya dicipta tuk saling menghargai.. Hanya sedikit yang mau saling berbagi, terlalu banyak yang mengeruk keuntungan dari lain pribadi..

Sahabat..

Semoga segera kau buat langkah kecil tuk mencintai.. tulus dan tanpa batas.

Dedicated tuk..

Oma Anna..walau tak kuunggah fotonya..

untuk Ibuku yang hari ini genap 48 tahun.. we love you mom..

dan Bunda Emma, yang notes tentangnya akan kubuat nanti di saat yang tepat..

Iklan
Kategori:Akoe dan.... Tag:, ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: