Beranda > Mengenang Masa Silam > Maaf.. saya kangen dengan pasangan Anda..

Maaf.. saya kangen dengan pasangan Anda..

Entah karena hampir sebulan berkutat dengan persiapan audit, penilaian karyawan, persiapan turnamen futsal, dan adanya tamu dari jajaran management tertinggi di pabrikku.. Ditambah basah kuyup kehujanan sore ini, rasanya membuat otakku mulai tidak waras sahabat..  Dan akhirnya keluarlah notes yang rasanya akan mengundang kontroversi walau inginku suatu pembenaran (hahahaha..)


Berawal dari sketsa di atas, aku mulai sadar bahwa kadang kala kita mengangeni (bukan mengingini) pasangan orang lain.. Dan jangan salah, dirimu pun juga suatu ketika juga akan dikangeni orang lain walau kita tidak tahu kan? Agar lebih spesifik, kangen di sini adalah antar pribadi yang berlainan jenis dan didasari cinta.. jadi bukan keluarga atau sahabat belaka.

Sahabat..

Kuajak dirimu larut dalam pikiran “nakalku”.. walau hal ini tidak separah salah satu film Indonesia, Maaf Saya Menghamili Istri Anda.. itu bukan maksudku. Buang jauh2 dulu prasangkamu.. agar di ujung coretan ini, tak ada benci padaku..

Kangen..

menurutku adalah perasaan manusiawi yang timbul dalam diri kita, terhadap sesuatu yang telah berlalu atau menjadi kenangan. Bahkan tak jarang sudah menjadi milik yang lain.. Bisa jadi perasaan itu muncul karena begitu berkesannya relasi kita di masa itu, entah sebagai pacar, sahabat, atau hanya teman biasa..

Coba bayangkan.. (jangan lama-lama ya..)

Kangen nggak dengan seseorang yang selalu menasehatimu agar tidak pakai busana yang tabrakan sehingga harus dipanggilkan ambulance ?

Dengan seseorang yang selalu membawakanmu sarapan ? atau setia menemanimu mencari bahan-bahan untuk skripsi dan tugas akhir ?

Pasti kamu kangen dengan dia yang selalu menyapamu dengan telepon atau sekedar sms sebelum tidur ? sebelum kerja ? sebelum sembayang atau ke gereja ? Dan masih banyak lagi bukan ?

Sekarang..

Saat kita sedang sendiri atau juga memiliki pasangan.. Pasti kadang kala pertanyaan itu usil singgah di benak kita. Berputar.. dan terus membelah diri (seperti amoeba) memenuhi ruang pikiran kita. Aku hanya berpikir bahwa kangen itu tidak salah, tergantung bagaimana menyikapinya.. Hal yang tepat memang bertemu atau berbincang dengannya. Tapi jika itu berbahaya, saran terbaikku adalah luangkan waktu untuk mendoakannya dan bersyukur karena telah mengenalnya. Ada batas yang tak boleh dilanggar dan ada ruang yang tak bisa lagi dimasuki. Masih mengetahui kabarnya pun adalah hal terbaik yang patut kita syukuri..

Sahabat..

Biarkan kesan yang baik itu terpelihara dan terawat rapi di hatimu. Sbab suatu ketika, akan berguna untuk kau terapkan pada pasanganmu atau keluargamu. Kangen adalah anugerahNya untuk membuat kita mengerti bahwa setiap hubungan begitu berarti.. Hadapilah dengan dewasa dan tanpa rasa meminta untuk berbalas.. Sebab dengan begitu, tak ada lagi rasa sesal dan kecewa berkepanjangan..

Sahabat..

Maaf.. saya kangen pada pasangan Anda..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: