Beranda > Pelajaran Hidoepku > Tak Ada Yang Abadi..

Tak Ada Yang Abadi..

“Kau pernah menjadi detak dalam nadiku dalam hidupku..

Dan kau pun pernah menyelamatkan seluruh hidupku..”

Sudah lima kali dalam waktu berurutan, lagu Tak Ada Yang Abadi dari Jikustik meluncur mulus dari bibir ini diiringi petikan gitar oleh jemariku.. Dan kali kelima (kurekam di hape ku).. kurasa yang paling sempurna dan tanpa cela.. berhasil kusimpan dan menghiasi folder MUSIC di antara deretan rekaman lagu lainnya..

Entah kenapa malam ini lagu ini benar-benar meresap di hati..bApa karena suasana Idul Adha yang benar-benar penuh pengurbanan di Wasior, Mentawai, Merapi, dan beberapa daerah bencana lainnya.. Yach.. Hari raya yang dihiasi lenguhan hewan kurban yang meregang ajal sebagai kurban silih umat manusia atas alpanya.. Yang secara konyol kukaitkan dengan bait terakhir reffrein lagu di atas..

“Saat kau putuskan.. untuk melepaskan hidup..”

(padahal bukan si hewan kan yang memutuskan.. hemh)

Atau karena pengaruh anggur Australia yang kutenggak beberapa seloki agar cepat pulas malam ini.. Setelah beberapa tusuk sate kambing bersemayam di lambungku..Yang jelas malam ini lagu itu “guwe banget!” istilah kerennya..

Lagu ini kembali menjerumuskanku dalam filosofi tukang parkir..karena takkan ada yang abadi dan kekal.. semuanya serba titipan.. Kegagahan.. Keindahan.. Kemolekan negeri bisa sekejap lenyap..

Saat tingkap langit terbuka curahkan hujan lebat yang menghanyutkan manusia dan tempat tinggalnya..

Kala laut menghempaskan ombaknya menyapu deretan pantai indah dan pemukiman di sekelilingnya..

Ketika gunung tersedak dan memuntahkan magma panas isinya..

Dan itu semua berkepanjangan…

Mulailah si tukang parkir sadar.. bahwa dia tetaplah tukang parkir..dan bukan si empunya..

Bahwa ada batas waktu saat titipan itu diambil.. dan harus direlakannya..

Bahwa titipan itu harus dijaga dan dirawat.. bukan disalahgunakan..

Dan bahwa saat diminta.. tak perlu bermegah menepuk dada sebagai si penjaga..

Sebab upah, komentar, atau  pujian untuk si tukang parkir sudah dicatatkan di lengan kanan atau kirinya..

Semua pasti ada akhirnya.. entah senang atau sedih.. suka maupun duka.. anugerah ataupun pula bencana.. Dan akhirnya setelah rangkaian tulisan ini,  bisa juga kumaknai lagu itu sebagai pengantar tidurku..

Bahwa bencana di negeriku pun TAK ADA YANG ABADI..

Pasti akan usai dan kita bangkit lagi.. Berkati kami dan negeri ini ya Tuhan..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. April 5, 2016 pukul 11:23 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: