Beranda > Pelajaran Hidoepku > WhO MovEd My CheeSE?

WhO MovEd My CheeSE?

Penat juga tidak ke kantor.. Karena faringitis akut yang kuderita, kamar kost jadi mencibirku sbab sangat jarang seharian apalagi siang begini di dalem kamar.. Puanase poooll.. Rokok DP pun sedih karena sudah seharian tak terhisap olehku.. Atau justru dia gembira karena aku mulai hidup sehat?  semoga.. wakwakwak..

Whatever lah..

Yang jelas aku bisa ambil hikmah untuk mencintai badan dan kesehatanku. Kata dokter telat beberapa hari maka tenggorokanku akan dipenuhi luka dan nanah.. (njijiki..) Beberapa obat dan pantangan pun harus kukonsumsi dan kupatuhi.

Glundang..glundung..

Ketap-ketip..

Mata dan pikiranku tetap berlari walau raga terbaring di ranjang sendiri. Toleh kanan.. toleh kiri.. Hap!! Mataku nanar melihat sebuah buku pemberian dari atasanku yang sudah purna tugas (pemberian = hasil dari permintaan menghiba hahaha..)

Judulnya Who Moved My Cheese?

Telat! Terlambat! Katroks! Bukannya ini buku luama banget.. Kenapa aku baru membacanya? Pasti karena almarhum Bastian Tito (maaf ya Bos..) yang membuatku menggandrungi buku ciptaannya sehingga gak sempat baca buku beginian..

25 menit.. 60 menit.. 78 menit.. dan kelarlah buku itu kubaca..

Diam.. masih diam.. dan membuncahlah tawaku.. Huahahahaha..

Ini buku isinya guwe bangeeeeetttttt…

Kalimat di sampulnya “Cara Cerdas Menyiasati Perubahan dalam Hidup dan Pekerjaan“ benar benar menohok ulu hatiku. Lebih dahsyat daripada analgesik mencoba tenangkan laraku saat terbatuk..

Sabar bung.. tarik nafas dan minum dulu..

Petualangan dua kurcaci dan dua ekor tikus (nama-namanya pasti dah pada tahu kan.) mengajakku ke alam nyata yang tengah kuhadapi.. Kuambil pensil dan corat coret juga di kertas lusuh dari bawah kolong ranjangku.. Mencoba resapi lebih jauh arti kalimat per kalimat yang tertulis di tembok Cheese Station C (karya Hem dan Haw).. lalu tulisan di Labirin.. dan hasilnya??

GREAT!!

Suatu tuntunan dalam menyikapi hidup yang dinamis dan penuh progesivitas. Dimana kehidupan,  karir, bahkan cinta akan selalu berpindah posisi dan kita pun harus bergerak bersamanya bukan? Semua ternyata akan bertanda.. bergejala.. bila akan berubah atau berpindah.. sekecil apapun.

So?? Tinggal kepekaan kita yang bicara untuk memperhatikan dan menyikapi perubahan itu. Apakah kita harus selalu bergerak atau berpindah juga? Menurutku sih tidak.. karena saat mengamati gejala atau tanda-tanda tersebut, kita pasti akan tahu ke arah mana kedinamisan itu akan bermuara.

Wajar bagi kita untuk memiliki rasa takut dalam hidup ini, namun mengalahkan rasa takut itu adalah kunci untuk lebih “hidup dan hidup lagi“. Seperti yang kutulis dalam statusku di akun facebookku, bahwa aku sedang terperangkap dalam kotak kecil, rupanya kotak itu adalah ketakutan, keraguan, kegamangan kita dalam menyikapi hidup yang selalu dinamis ini. Jika kita mampu keluar, niscaya kita akan jadi pemenang atas diri kita sendiri.. dan tidak lagi hanya berteriak..

Sinten ingkang mindah keju kula??

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: