Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan Malaikat bernama Priska..

Akoe dan Malaikat bernama Priska..

Sudah jam 4 pagi hari, mata ini masih susah terpejam..

Nyalang.. Padahal sudah dua film aku lahap..

Pertama adalah Selendang Rocker (film yang gak penting..) yang kunikmati dengan 3 karibku untuk melepas penat setelah berminggu-minggu menyiapkan audit.. yang akhirnya batal. Yang kedua Perempuan Berkalung Sorban.. film lawas yang kupelototi sendiri dengan segelas Moccacino dan berbatang-batang rokok DP. Satu film tentang ketegaran seorang perempuan (baca : wanita) juga kerasnya hati walau masih terbungkus kecengengan dan trauma yang menggambarkan sisi halus perempuan. Benakku pun teringat sosok Mbak X, single parent satu putra, sahabat dari mantan pacar terakhirku (baca: nyo). Teringat cerita nyo tentang kuat dan tegarnya si Mbak X dalam mengarungi hidup..

Ugh.. lupakan dua film tadi juga Mbak X apalagi nyo..Masih tentang perempuan juga sih.. Namun perempuan yang kuanggap malaikat khayalku walau nyata adanya. Kenapa? Karena aku tak ingin mengenalnya lebih dalam.. hanya tahu nama dan memandangnya di sudut gereja Santo Thomas Kelapa Dua. Apa pasal? Karena dia lektris.. pembaca sabda Tuhan saat misa di akhir mingguku.

Namanya Priska.. yang akhirnya kutahu wajahnya mirip dengan nona manisku. Manis orangnya.. selembut suaranya saat membawakan firman-Nya. Sempat tergelitik untuk tahu lebih dalam tentangnya.. Tunangan dokter (semoga bukan dokter hewan).. Punya adik yang tak kalah manis.. dan upz!! Cukup sudah.. aku tak ingin lanjut lagi.. Biarkan kesan manis itu tetap melekat di dirinya.. sebelum tenggelam diselimuti kekurangannya.

Aku sebut dia malaikatku.. Karena telah membantuku untuk kembali ke gereja. Saat asa yang membatu mulai retak.. dan siap hancur berkeping. Sore itu (sekitar setahun yang lalu) saat gerimis meliputi kosku di tepi Jalan Raya Bogor.. ada bisikan yang menuntunku ke gereja.. mengalahkan hasratku untuk melihat serunya MotoGP di salah satu TV swasta. Membawaku berbasah ria menginjakkan kaki di pelataran gereja Santo Thomas. Menyapa Dia dan bersyukur setelah dua bulan lebih aku hilang tak tentu arah, lepas dari kawanan. Mata seperti biasa mulai memejam karena dihinggapi setan ngantuk.. Tiba-tiba membeliak mendengar suara lembut pewarta sabda. Terkesima dengan wajah dan tubuh yang terbalut jubah putih khas seorang lektris..

Yah!! Ternyata dia.. yang sanggup membuatku untuk kembali ke gereja.. Sejenak berbulan-bulan membuang undi atas waktuku untuk hadir di setiap jadwal misa. Kadang lesu juga.. tak melihatnya walau mataku sudah berputar mengedarkan pandang ke setiap deret bangku gereja. Kadang tersenyum lega saat menemukan sosoknya di mimbar ataupun duduk bersama keluarganya di deret samping deretan kursiku.

Terima kasih Priska.. malaikatku.. Mungkin engkau adalah sarana Tuhan untuk memanggilku kembali ke kawanan ini. Sampai detik ini engkau tetap malaikatku.. Walau untuk kembali ke gereja sekarang bukan lagi karenamu. Tapi karena Dia yang telah menyelamatkanku..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: